SehatBugar68 - Apakah Anda tahu bahwa di dalam tubuh Anda terdapat setidaknya 100 triliun bakteri? Bakteri tersebut menyebar dan berada di permukaan kulit, dalam mulut, dan hidung. Namun, paling banyak bakteri itu tinggal pada sistem pencernaan termasuk usus.
Cara menjaga dan meningkatkan bakteri baik dalam usus
Jumlah bakteri baik ataupun buruk ditentukan dengan berbagai faktor, terutama gaya hidup. Lalu, bagaimana agar bakteri baik jumlahnya meningkat dan jumlah bakteri buruk menurun?
1. Mengurangi konsumsi gula dan makanan olahan
Gula merupakan jenis karbohidrat sederhana (monosakarida) yang sangat mudah dicerna oleh tubuh dan terdiri dari glukosa dan fruktosa.
Ketika gula terlalu banyak masuk ke tubuh, mereka akan langsung diserap dan tidak memerlukan bantuan bakteri baik untuk mencernanya sehingga bakteri baik tidak mendapatkan ‘makanan’. Hal tersebut membuat bakteri baik kelaparan.
Kemudian, bakteri yang lapar akan menggerogoti lapisan lendir dinding-dinding usus. Padahal, lapisan lendir yang ada pada usus berperan sebagai pelindung usus dan jika rusak maka akan terjadi peradangan pada usus.
Selain itu, gula merupakan sumber makanan utama dari bakteri buruk dalam tubuh, yaitu Candida albican yang merupakan bakteri penyerang dan perusak dinding usus. SahabatQQ
2. Makan lebih banyak sayuran, buah-buahan, dan serat
Mengonsumsi sayuran dan buah-buahan dapat memperbanyak jenis bakteri baik di dalam usus. Berbeda dengan gula, serat sangat memerlukan bakteri baik untuk mencernanya dan agar bisa diserap oleh tubuh.
Serat bisa disebut sebagai sumber makanan yang diperlukan bagi bakteri baik karena proses pencernaanya tidak mudah.
Konsumsi serat yang dianjurkan untuk dimakan dalam satu hari yaitu sebanyak 33 – 39 gram per hari. Selain itu, serat juga berfungsi menjaga lapisan lendir yang ada pada usus.
3. Membatasi antibiotik
Antibiotik merupakan musuh dari bakteri dalam tubuh. Tidak hanya bakteri yang tidak baik yang dilawan oleh antibiotik, tetapi bakteri baik pun terkena dampaknya.
Dalam sebuah penelitian disebutkan bahwa orang yang mengonsumsi antibiotik dalam waktu yang lama dengan dosis yang banyak akan mengurangi jumlah serta jenis dari bakteri baik di dalam usus.
SahabatQQ: Agen DominoQQ Agen Domino99 dan Poker Online Aman dan Terpercaya
4. Konsumsi probiotik
Probiotik merupakan mirkoorganisme yang dapat membantu menjaga jumlah bakteri baik dan menyeimbangkan jumlah bakteri buruk di dalam tubuh.
Probiotik terdiri dari dua jenis yaitu Lactobacillus dan Bifidobacterium. Mereka terdapat pada berbagai makanan dan minuman seperti, yogurt, tempe, kimchi, dark chocolate, serta makanan yang telah difermentasi.
5. Tidak stres
Ketika Anda mengalami stres, tubuh akan mengeluarkan berbagai jenis hormon untuk merespons stres yang terjadi, seperti meningkatkan adrenalin dan sistem imun mengeluarkan sitokin yaitu zat untuk menangani peradangan.
Jika stres terus terjadi, sistem kekebalan tubuh akan terus mengirimkan sinyal peradangan ke seluruh bagian tubuh, termasuk bakteri baik.
Pada keadaan normal, bakteri baik bersama sistem kekebalan tubuh akan menjaga dan melawan semua benda asing yang masuk ke dalam tubuh. Namun, ketika sinyal peradangan terus diterima oleh bakteri baik dalam usus, ini dapat mengganggu fungsi bahkan jumlahnya.Agen Domino99

0 Komentar